Jurnal Pendidikan Akuntansi
Indonesia, Vol. IX. No. 2 – Tahun 2011, Hlm. 32 - 39
Analisis Hubungan Corporate Social Responsibility
(CSR)Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Jasa (Studi Kasus Perusahaan
Jasa di D.I.Yogyakarta)
Latar belakang
Tanggung jawab sosial perusahaan
(Corporate Social Responsibility =
CSR) makin banyak memperoleh perhatian, terutama dalam beberapa dekade
terakhir. Sebagai contoh, lebih dari 50 persen eksekutif global mengidentifikasi
CSR sebagaiprioritas utama para eksekutif (The Economist, 2008). Lebih jauh,
globalisasi ekonomi secara substansial meningkatkan tekanan pada
perusahaan-perusahaan multinasional untuk mengatasi masalah tanggung jawab
sosial (Smith, 2009) seperti rantai pasokan, perlindungan lingkungan, kondisi
kerja, dan hak-hak karyawan (Mueller et
al., 2009). Kegagalan untuk memenuhi harapan meningkatnya masyarakat global
dapat membahayakan citra merek global dan reputasi, oleh karena itu, eksekutif
memerlukan pemahaman lebih dalam tentang peran CSR.
Kegiatan CSR sebagian besar
dilakukan berfokus pada stakeholder, yang berada di luar batas perusahaan,
dengan demikian, kegiatan CSR pada umumnya, meningkatkan visibilitas perusahaan
dan penyebaran goodwill dan reputasi
untuk berbagai konstituen. Strategis aktivitas CSR yang didasarkan pada
hubungan jangka panjang dengan masyarakat cenderung untuk mencapai pihak
terkait dan memiliki dampak positif pada masyarakat.
Secara formal, ada perbedaan
antara CSR dan CSP, namun dalam penelitian ini hanya membahas tentang CSR,
dimana CSR adalah kegiatan perusahaan dan status yang berkaitan dengan
kewajiban yang dirasakan masyarakat atau pemangku kepentingan (Brown dan Dacin,
1997; Sen dan Bhattacharya, 2001) sedangkan kinerja sosial perusahaan (CSP)
adalah kinerja perusahaan secara keseluruhan dalam program CSR dalam kaitannya
dengan mereka pesaing terkemuka di industri yang sama (Luo dan Bhattacharya,
2009). Sedangkan inisiatif CSR mencerminkan program perusahaan dan investasi dalam
keberlanjutan, CSP merupakan penilaian stakeholder dari seluruh kualitas
program-program dan investasi (Luo dan Bhattacharya, 2009; McWilliams dan
Siegel, 2000).
Dalam hubungannya dengan kajian
literatur hubungan antara CSR dan kinerja keunagan masih menunjukkan
simpangsiur seperti bahwa tindakan CSR dapat mengakibatkan kinerja keuangan
meningkat (Orlitzky et al, 2003;
Chen, H, dan Wang, X. 2011), namun ada penelitian yang justru menghasilkan
penelitian sebaliknya seperti Soana, M.G. (2011), dari sinilah penelitian ini
berangkat.
Teori dan pengembangan Hipotesis
Corporate Social Responsibility (CSR)
Bila dilihat dari persepktif
internal dan eksternal serta manajemen pemangku kepentingan, kegiatan CSR telah
dilihat sebagai hal yang mempengaruhi stakeholder dalam perusahaan (Zagenczyk,
2004). Stakeholder dapat dilihat sebagai individu dan institusi yang
dipengaruhi oleh tindakan perusahaan atau sekaligus kelambanan dalam dimensi
temporal (mencakup masa lalu, masa kini dan masa depan) (Freeman, 1984; Langtry,
1994; Clarkson, 1995; Hopkins, 2003 ).
Stakeholder perusahaan bisa
internal atau eksternal bagi perusahaan (Hopkins, 2003). Pemangku kepentingan
intern adalah pemilik, manajer, karyawan dari suatu perusahaan, yang ada dalam
batas perusahaan (Freeman, 1984; Polonsky, 1996). Sedangkan stakeholder
eksternal dari suatu perusahaan adalah pemasok, pelanggan, masyarakat dan
pemerintah (Freeman, 1984; Hopkins, 2003). Dari perspektif internal, melakukan
kegiatan CSR diharapkan dapat memotivasi para karyawan dan menunjukkan praktek
manajemen yang baik (suasana bagi pimpinan perusahaan dan karyawan) (Hill et al, 2003;. Royle, 2005). Dari
perspektif eksternal melakukan kegiatan CSR perusahaan diharapkan untuk
mendapatkan reputasi yang baik di masyarakat (termasuk pemerintah berbagai
fungsionaris) dan juga membantu perusahaan untuk mengelola fungsinya agar lebih
baik (terutama yang memiliki dimensi risiko yang terkait) (Lewis , 2003;
Fombrun, 2005; Davis, 1960; Whetten et al, 2002;. Riordan et al, 1997).
Selanjutnya setiap organisasi
yang memiliki kegiatan CSR secara strategis harus memiliki fokus jangka panjang
(Osborn dan Hagedoorn, 1997; Boatright, 2000; Altman, 1998; Waddock, 2004). Hal
ini juga berlaku untuk setiap kegiatan perusahaan lain yang memiliki konotasi
strategis. Isue tentang sentralitas seperti ketika kegiatan CSR dimaksudkan
untuk berkontribusi menuju terwujudnya visi, harus memiliki fokus jangka
panjang. Setiap kegiatan yang bersifat strategis harus dapat membantu
perusahaan untuk mencapai misi dan visinya. Dengan demikian, setiap kegiatan CSR
yang strategis harus dekat dengan misi dan visi perusahaan (Yeoh, 2007; Du et
al, 2007;. Bruch, 2005).
Selanjutnya setiap kegiatan CSR
yang memiliki fokus jangka panjang akan memerlukan komitmen terhadap sumber
daya besar (Russo dan Fouts, 1997; Porter dan Kramer, 2006; Branco dan
Rodrigues, 2006). Hal ini karena untuk dalam tujuan jangka panjang, kegiatan
perusahaan akan memerlukan pengorbanan dan dedikasi dari sejumlah besar sumber
daya selama periode waktu tertentu.
Para penulis (Sze'kely dan
Knirsch, 2005; Porter dan Kramer, 2006; Perrini, 2005; Crawford dan Scaletta,
2005) juga menunjukkan bahwa aktivitas CSR dapat:
(1)
Membuat permintaan atas produk yang bertanggung
jawab secara sosial dan ramah lingkungan dan jasa diantara konsumen dalam
masyarakat dengan melakukan edukasi.
(2)
Memberikan keterampilan teknis yang diperlukan
kepada anggota masyarakat untuk mengembangkan, membuat dan menyempurnakan
kemampuan teknis dari warga negara. Hal ini dapat dilakukan dengan mendirikan
pendidikan, kejuruan, pelatihan dan lembaga pengetahuan.
(3)
Bantuan pemerintah dan badan pemerintah untuk
membingkai aturan dan peraturan untuk:
. mencegah perilaku buruk perusahaan khususnya pada
kegiatan sosial dan lingkungan . untuk mendorong perilaku perusahaan yang baik,
untuk hal yang sama.
(4)
Melestarikan sumber daya alam seperti air, bahan
bakar fosil atau mengurangi emisi gas rumah kaca bagi negara lingkungan yang
lebih baik dari kondisi pada semua tingkatan sehingga berbagai risiko
lingkungan akan berkurang.
(5)
Bantuan dalam mengembangkan kapasitas petani dan
produsen bahan baku sehingga mereka dapat menyediakan perusahaan dengan bahan
baku yang dibutuhkan berkualitas dan jumlah yang dibutuhkan.
(6)
Bantuan untuk mengembangkan cluster industri dan dengan demikian membuat dan menambah dukungan
infrastruktur bagi perusahaan.
Hubungannya dengan keuangan,
setiap kegiatan perusahaan strategis harus membawa manfaat bisnis yang besar,
pernyataan ini adalah pernyataan commonsensical
dan tautologis. Keuntungan bisnis
yang diwujudkan dalam cara yang berbeda, tetapi semua membantu perusahaan
mencapai posisi kompetitif yang menguntungkan dan aman selama jangka waktu
tertentu (keunggulan kompetitif yang berkelanjutan) (Sze'kely dan Knirsch, 2005;
Porter dan Kramer, 2006; Perrini, 2005 ; Crawford dan Scaletta, 2005).
Hubungan CSR dengan Kinerja Keuangan
Makin banyak perusahaan yang
merangkul konsep CSR, karena perusahaan-perusahaan yang merangkul dan
mengimplementasikan Inisiatif CSR memiliki dampak positif pada pilihan yang
dibuat oleh para pemangku kepentingan utama dalam perusahaan untuk memutuskan
untuk memasuki hubungan dengan perusahaan, terutamakonsumen (del Mar Garcia de
los Salmones, Crespo,& Rodriguez del Bosque, 2005; Brown & Dacin, 1997)
dan potensi karyawan (Backhaus, Stone, & Heiner, 2002; Greening &
Turban, 2000). Bahkan, Berens, van Riel, & van Rekom, (2007) individu lebih
memilih perusahaan yang secara aktif terlibat dalam inisiatif CSR yang
berkaitan dengan perusahaan produk, saham. Ini yang dititikberatkan oleh Turban
& Greening (1997) yang mencatat bahwa perusahaan yang dianggap terlibat
dalam Inisiatif CSR memiliki tingkat perputaran karyawan yang lebih rendah
dibdaningkan mereka yang tidak terlibat dalam inisiatif tersebut, namun, secara
umum, telah terjadi kurangnya konsensus mengenai hubungan antara perusahaan CSR
inisiatif dan kinerja keuangannya. Inisiatif CSR dari sebuah perusahaan dan
kinerja keuangan perusahaan adalah pengorbanan bisnis. Menurut gagasan ini, perusahaan
yang terlibat dalam inisiatif CSR sebenarnya pada ekonomi yang mengalami
kerugian dibdaningkan dengan tidak melakukan CSR, karena mereka dikenakan biaya
untuk mengimplementasikan inisiatif tersebut (Aupperle, Carroll, &
Hatfield, 1985; Ullmann, 1985).
Hal ini senada dengan perusahaan
telah melaporkan bahwa CSR memiliki inisiatif mengakibatkan kebocoran keuangan
karena keuangan negatif kembali karena biaya tambahan memulai dan mendukung
inisiatif CSR (McGuire, Sundgren, & Schneeweis, 1988; Sen & Bhattacharya,
2001). Sehingga hubungan antara CSR dan kinerja keuangan adalah memiliki
hubungan yang lemah (surroca, 2010, Soana, 2011).
Di sisi lain, ada berpendapat bahwa
melaksanakan inisiatif CSR akan bermanfaat karena dapat meningkatkan semangat
kerja karyawan yang mengarah pada peningkatan produktivitas dan pada akhirnya
peningkatan kinerja (McGuire et al., 1988).
Secara langsung CSR dapat
memaksimalkan keseluruhan perusahaan nilai pasar (Mackey, Mackey, & Barney,
2007) dan memiliki pengaruh positif pada nilai sekarang dari arus kas
perusahaan(Godfrey, 2004). Secara tidak langsung, perusahaan yang terlibat
dalam CSR akan mendapatkan keunggulan kompetitif di pasar terjadi melalui
diferensiasi produk (McWilliams & Siegel, 2001; (Waddock & Graves,
1997), pengurangan atau penghapusan denda yang dikenakan pemerintah (Freedman
& Stagliano, 1991), sementara pada saat yang sama meminimalkannya risiko
secara keseluruhan eksposur (Godfrey, 2004), karennya dalam penelitian oleh Sen
dan Bhattacharya (2001) menunjukkan bahwa inisiatif CSR perusahaan memiliki
pengaruh positif pada pelanggan (Sen dan Bhattacharya, 2001), yang akhirnya
aktivitas tanggung jawab sosial perusahaan dapat meningkatkan kinerja keuangan
(Chen, Honghui, dan Wang, X., 2011)
Sehingga dalam penelitian ini,
hipotesis yang diajukan adalah “terdapat hubungan yang positif antara
karakteristik CSR dengan karakteristik kinerja keuangan”
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan
Structural Equation Modeling (SEM) dengan software AMOs versi 16. Dimana
terdapat dua variabel konstruk yang keduanya menggunakan skala likert 5 point
dimana 1 menunjukkan sangat rendah dan 5 menunjukkan sangat tinggi.
Pengukuran Variabel Penelitian
Dalam penelitian ini, pengukuran
yang digunakan dalam CSR adalah dengan menggunakan Mahoney dan
Roberts(2007)yaitu :
1.
Isu komunitas (IK)
2.
Keragaman tempat kerja (KT)
3.
Hubungan tenaga kerja (HT)
4.
Kinerja lingkungan (KL)
5.
Internasional (I)
6.
Produk dan praktek bisnis (PB) sementara itu
kinerja keangan menggunakan Chan (2006), dimana kategori yang digunakan adalah
:
1.
Profitabilitas(Profit) –ROE dan ROS
2.
Assets Utilization (AU) – ROA
3.
Pertumbuhan (G) –% perubahan assets, % perubahan
sales, % perubahantenaga kerja untuk 3-5 tahun yang lalu.
4.
Liquiditas (L) – Cash Flow, Acid Test dan Pay
Out Ratios 5. Resiko Pasar (RP).
Responden dan Pengumpulan Data
Responden penelitian ini adalah
148 perusahaan jasa yang ada di D.I Yogyakarta yang mana kuisioner diisi oleh
para CEO perusahaan tersebut, Pengiriman kuisioner dilakukan dengan surat pos
dan yang kembali ada 100 kuisioner, sehingga respon rate-nya 68 %.
Model Penelitian

Hasil Penelitian
Tes reliability pada semua
variabel konstruk pada keseluruhan model menunjukan cronbach alfa sebesar 0,734
sehingga sangat fit karena diantara 0,8-0,9. Dimendi variabel CSR dengan
menggunakan metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) menunjukkan model yang
fit dimana χ2=6,049, df =9, p-value = 0.00, GFI=0.858, RMSEA=0.239, sedangkan
dimensi variabel Kinerja Keuangan juga menunjukkan fit model dengan χ2=3,531,
df =5, p-value = 0.00, GFI=0.898, RMSEA=0,232.
Tabel 1
Signifikansi antar Variabel
|
|
Estimate
|
S.E.
C.R. P Label
|
|||
|
Kinerja Keuangan <---
|
CSR
|
1,127
|
,149 7,553 ***
|
||
|
IK
|
<---
|
CSR
|
1,000
|
|
|
|
KT
|
<---
|
CSR
|
,733
|
,212 3,461 ***
|
|
|
HT
|
<---
|
CSR
|
1,235
|
,132 9,390 ***
|
|
|
KL
|
<---
|
CSR
|
1,175
|
,125 9,431 ***
|
|
|
I
|
<---
|
CSR
|
,945
|
,146 6,493 ***
|
|
|
PB
|
<---
|
CSR
|
,697
|
,181 3,855 ***
|
|
|
RP
|
<---
|
Kinerja Keuangan
|
1,000
|
|
|
|
L
|
<---
|
Kinerja Keuangan
|
1,028
|
,090 11,387 ***
|
|
|
G
|
<---
|
Kinerja Keuangan
|
,808
|
,139
|
5,800 ***
|
|
AU
|
<---
|
Kinerja Keuangan
|
,666
|
,157
|
4,240 ***
|
|
Profit
|
<---
|
Kinerja Keuangan
|
,869
|
,134
|
6,469 ***
|
Kesimpulan
Secara keseluruhan dengan model
SEM akhirnya dapat diketahui bahwa model sudat FIT, dimana χ2=26,3, df =43, p-value
= 0.00, GFI=0.697, RMSEA=0.231, sehingga hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
CSR berhubungan dengan Kinerja Keuangan dengan probabilitas 1 % (lihat tabel
1), sehingga hipotesis dalam penelitian penelitian ini yang menunjukkan bahwa
terdapat hubungan yang positif antara karakteristik CSR dengan karakteristik
Kinerja Kauangan dapat diterima.
Saran Penelitian yang Akan Datang
Walaupun model penelitian ini
sudah FIT namun peneliti menyarankan ada peran moderasi atau mediasi dalam
penelitian tersebut, karena model CSR dengan kinerja keuangan memiliki pengaruh
yang tidak langsung (John P. dan Lisa P., 2008), sehingga dibutuhkan hubungan
yang tidak langsung tersebut dengan variabel lain baik mediasi maupun moderasi.
DAFTAR PUSTAKA
Altman, B.W.
(1998), “Transformed corporate community relations: a management tool
forachieving corporate citizenship”, Business and Society Review, Vols
102/103, 43-51.
Aupperle, K., Carroll, A., &
Hatfield, J. (1985). An empirical examination of the relationship between corporate social
responsibility andprofitability. Academy
of Management Journal, 28,
446-463.
Backhaus, K. B., Stone, B. A.,
& Heiner, K. (2002). Exploring the Relationship between
Corporate Social Performance and
EmployerAttractiveness. Business & Society, 41(3), 292-318.
Berens, G.,
Van Riel, C. B., & Van Rekom, J. (2007). The CSR-Quality Trade-Off: When
can Corporate Social Responsibilityand Corporate Ability Compensate Each Other?
Journal of Business Ethics, Spring (74), 233-252.
Boatright,
J.R. (2000), Ethics dan the Conduct of Business, Prentice-Hall, Upper Saddle
River, NJ.
Branco, M. dan Rodrigues, L. (2006),
“Corporate social responsibility and resource-based perspectives”, Journal of
Business Ethics, Dordrecht, Vol. 69 (2), 111-143.
Brown, T. J., & Dacin, P. A.
(1997, January). The Company dan Product: Corporate
Associations and Consumer
Product Responses.Journal of Marketing, 61(January), 68-84.
Brown, T.J.
dan Dacin, P.A. (1997), “The company dan theproduct: corporate associations dan
consumer productresponse”, Journal of Marketing, Vol. 61, pp. 68-84.
Bruch, H.
(2005), “The keys to rethinking corporate philanthropy”, MIT Sloan
ManagementReview, Vol. 47 (1), 49-59.
Chdan,
Masud, (2006). The Relationship between Corporate Social Performance and Corporate
Financial Performance: Industry tipes as a boundary Condition, The Business
Review, Cambridge, Vol. 5 (1), 240-245.
Chen, Honghui, dan Wang, Xiayang, (2011). Corporate social
responsibility dan corporate financial performance in China: an empirical
research from Chinese firms, Corporate Governance:
The International
Journal of Effective
Board Performance, Vol. 11 (4),
361-370
Clarkson, M.B.E. (1995), “A
stakeholder framework for analyzing and evaluating corporate
socialperformance”, Academy of Management Review, Vol. 20(1), 92-117.
Crawford, D.
dan Scaletta, T. (2005), “The balanced scorecard and corporate social
aligningscorecard dan corporate social aligning values”, CMA Management, Vol.
79(6), 20-27.
Davis, K.
(1960), “Can business afford to ignore social responsibilities?”, California
Management Review, Vol. 2(3), 70-76.
Del Mar
Garcia de los Salmones, M. A., Crespo, H., & Rodriguez del Bosque, I.
(2005). Influence of Corporate Social Responsibility onLoyalty dan Valuation
Services. Journal of Business Ethics, 61(4), 369-385.
Du, S., Bhattacharya, C.B. dan Sen, S.
(2007), “Reaping relational rewards from corporate socialresponsibility: the
role of competitive positioning”, International Journal of Research
inMarketing, Vol. 24 (3), 224-265.
Fombrun, C.J. (2005), “RI insights a
world of reputation research, analysis and thinking buildingcorporate
reputation through csr initiatives: evolving stdanards”, Corporate
ReputationReview, Vol. 8 (1), 7-11.
Freedman,
M., & Stagliano, A. J. (1991). Differences in social cost disclosures: A
market test of investor relations. Accounting, Auditingand Accountability
Journal, 4 (1), 6883.
Freeman,
R.E. (1984), Strategic Management: A Stakeholder Approach, Pitman, Marshfield,
MA.
Godfrey, P.
C. (2004). The Relationship between corporate philanthropy and shareholder
wealth: A risk management perspective. Academy of Management Review, 30,
777-798.
Greening, D.
W., & Turban, D. B. (2000). Corporate Social Performance as a Competitive
Advantage in Attracting a QualityWorkforce. Business & Society, 3
(September), 254-280.
Hill, R.P.,
Stephens, D. dan Smith, I. (2003), “Corporate social responsibility: an
examination ofindividual firm behavior”, Business dan Society Review, Vol. 108
(3), pp. 339403.
Hopkins, M.
(2003), “Why corporate social responsibility?”, The Planetary Bargain
CorporateSocial Responsibility Matters, Earth Scan, London.
Langtry, B. (1994), “Stakeholders dan
the moral responsibilities of business”, Business EthicsQuarterly, Vol. 4 (4), 431-473.
Lewis, S. (2003),
“Reputation dan corporate
responsibility”, Journal of CommunicationManagement, Vol. 7 (4), 356-420.
Luo, X. dan
Bhattacharya, C.B. (2009), “The debate overdoing good: corporate social
performance, strategicmarketing levers and firm-idiosyncratic risks”, Journal
of Marketing, Vol. 73 No. 6, pp. 198-213.
Mackey, A., Mackey, T. B., & Barney,
J. B. (2007). Corporate Social responsibility dan Firm Performance: Investor
Preferences andCorporate Strategies. Academy of Management Review, 3(32),
817-835.
Mahoney, L S
dan Roberts, R W (2007). “CorporateSocial Performance, Financial Performance
andInstitutional Ownership in Canadian Firms”. AccountingForum, 31(3), 233-253.
McGuire, J. B., Sundgren, A.,
& Schneeweis, T. (1988). Corporate Social Responsibility and Firm Financial
Performance. Academy ofManagement Journal, 31(4), 854-872. McWilliams, A. dan
Siegel, D. (2000), “Corporate socialresponsibility dan financial performance:
correlation ormisspecification”, Strategic Management Journal, Vol. 21 (5),
603-9.
Mueller, M., dos Santos, V.G. dan
Seuring, D. (2009), “Thecontribution of environmental and social stdanards
towardsensuring legitimacy in supply chain governance”, Journal of Business
Ethics, Vol. 89(4),509-23.
Orlitzky, M., Schmidt, F.L. dan Rynes,
S. (2003), “Corporatesocial dan financial performance: a meta
analysis”,Organization Studies, Vol. 24 (3), 403-444.
Osborn, R.N.
dan Hagedoorn, J. (1997), “The institutionalization and evolutionary dynamics
ofinterorganizational alliance dan networks”, The Academy of Management
Journal, Vol. 40 (2), 261-339.
Perrini, F.
(2005), “Building a European portrait of corporate social responsibility
reporting”, European Management Journal, Vol. 23 (6), 611-638.
Polonsky,
M.J. (1996), “Stakeholder management and the stakeholder matrix: potential
strategicmarketing tools”, Journal of Marketing-Focused Management, Vol. 1, 209-238.
Porter, M.E.
dan Kramer, M.R. (2006), “Strategy & society: the link between competitive
advantagedan corporate social responsibility”, Harvard Business Review, Vol.
84(12), 56-68.
Riordan,
C.M., Gatewood, R.D. dan Bill, J.B. (1997), “Corporate image: employee
reactions andimplications for managing corporate social performance”, Journal
of Business Ethics, Vol.16, 401-413.
Royle, T.
(2005), “Realismor idealism? Corporate social responsibility and the employee
stakeholderin the global fast-food industry”, Business Ethics:A European
Review, Vol. 14 (1), 42-55.
Russo, M. dan Fouts, P. (1997), “A
resource-based perspective on corporate environmentalperformance and
profitability”, Academy of Management Journal, Vol. 40 (3), 534-593.
Sen, S. dan Bhattacharya, C.B.
(2001), “Does doing goodalways lead to doing better?
Consumer reactions tocorporate
social responsibility”, Journal of MarketingResearch, Vol. 38, 225-269.
Smith, N.C.
(2009), “Bounded goodness: marketingimplications of Drucker on corporate
socialresponsibility”, Journal of Academy of Marketing Science, Vol. 37, 73-84.
Soana, Maria Gaia., (2011). The
Relationship Between Corporate Social Performance and
Corporate Financial Performance
in the Banking Sector, Journal of Business Ethics, Vol. 104 (1), 133-148
Surroca
Jordi, Tribó, Josep, dan Waddock, Sdanra, (2010). Corporate responsibility and
financial performance: the role of intangible resources, Strategic Management
Journal, Vol. 31 (5), 463-490.
Sze´kely, F. dan Knirsch, M. (2005),
“Responsible leadership and corporate social responsibility: metricsfor
sustainable performance”, European Management Journal, Vol. 23 (6), 628-47.
The Economist (2008), “Just good
business”, The Economist,17 January.
Turban, T. D., dan Greening, D. W.
(1997). Corporate Social Performance and Organizational Attractiveness to
prospective employees.Academy of Management Journal, 40 (3), 658-672.
Ullmann, A. (1985). Data in search of a theory: A critical
examination of the relationships among social performance, social
disclosure,and economic performance. Academy of Management Review, 10, 540-577.
Waddock, S.
(2004), “Parallel universes: companies, academics, and the progress of
corporatecitizenship”, Business dan Society Review, Vol. 109(1), 5-42.
Waddock, S.
A., dan Graves, S. B. (1997). The Corporate Social Performance Link. Strategic
Management Journal, 18, 303-319.
Whetten, D.A., Rdans, G. dan
Godfrey, P. (2002), “What are the responsibilities of business
tosociety?”, in Pettigrew, A.M., Howard, T. dan
Whittington, R. (Eds), Hdanbook of Strategydan Management, Sage, London, pp.
373-409.
Yeoh, P.
(2007), “The direction and control of corporations: law or strategy?”,
Managerial Law, Vol. 49, 1/2.
Zagenczyk,
T.J. Jr (2004), “Using social psychology to explain stakeholder reactions to
anorganization’s social performance”, Business dan Society Review, Vol. 109
(1), pp. 97-101.
John P. dan
Lisa P., (2008). The Missing Link between Corporate SocialResponsibility dan
Financial Performance:Stakeholder Salience and Identifi cation, Corporate
Reputation Review, Vol. 11, (2), 169–181.
No comments:
Post a Comment